Gunung Singa, Spot Camping dengan View Alam Memukau di Bandung

Gunung Singa, Spot Camping dengan View Alam Memukau di Bandung
Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Buninagara, Kec. Kutawaringin, Kab. Bandung, Jawa Barat

Gunung Singa, itulah nama objek wisata alam di Bandung yang mungkin banyak diketahui sebagian pelancong di nusantara. Meski dinamakan gunung, namun untuk ketinggiannya sendiri lebih pantas dikatakan sebagai bukit. Gunung ini hanya memiliki ketinggian sekitar 1.033 Mdpl, jauh dari gunung lain yang rata-rata diatas 2.000 Mdpl.

Tidak terlalu tinggi bukan berarti tidak ada pesona yang dimiliki. Justru karena tidak terlalu tinggi inilah banyak wisatawan yang memberanikan diri mendaki puncaknya. Apalagi ada beberapa akses jalan yang dapat dilalui, yaitu jalan setapak yang cukup terlihat jelas. Tetapi jika ingin melakukan pendakian, pastikan saat itu kondisi cuaca nya cerah.

Akses jalan yang baik berupa jalan setapak masih berupa tanah dan bebatuan. Di musim hujan, pendakian sepertinya mustahil karena jalannya becek dan berlumpur. Belum lagi tanjakan curam dengan sudut kemiringan yang cukup tajam. Bagi pelancong yang suka tantangan, medan seperti ini banyak dipilih karena memberikan sensasi tersendiri.

Daya Tarik Wisata Gunung Singa

Daya Tarik Gunung Singa
Photo by Google Maps Reza Adi Wibowo

Setiap objek wisata yang dikunjungi wisatawan tentunya memiliki daya tarik, begitu juga dengan Gunung Singa. Pengunjung yang datang ke sini bukan hanya pelancong dari luar daerah, namun juga warga sekitar yang ingin menghabiskan waktu liburan mereka dengan aktivitas sederhana.

1. Tracking Relatif Mudah

Seperti yang dikatakan sebelumnya, mereka yang lebih memilih mengunjungi gunung di Bandung ini karena alasan pendakian. Tidak terlalu lama sebenarnya, dari lokasi parkir ke puncak gunung hanya membutuhkan waktu sekitar 1 – 2 jam. Itu pun tergantung dari masing-masing pendaki yang mampu menaklukkan medan.

Selain itu, kondisi fisik juga berpengaruh selama pendakian. Gunung Singa memiliki jalur tracking yang mudah melalui jalan setapak yang terlihat jelas. Kerapatan pohon di sini tidak terlalu, jadi tidak sulit menemukan jalan yang dapat dilalui. Sebagian besar pohon yang tumbuh subur adalah pohon bambu yang ada di sebelah kiri dan kanan jalan.

Meskipun tidak sedikit pendaki yang merasa kelelahan, ada banyak pohon perdu yang dijadikan tempat istirahat sejenak. Apalagi untuk pendakiannya selalu ditemani pemandangan yang indah. Sebut saja ladang dan sawah milik warga yang hijau membentang menampakkan keasrian nya.

Selain pohon bambu, beberapa pohon yang tumbuh d sini diantaranya adalah pohon perdu dan semak belukar. Adapun pohon palem dijumpai ketika tiba di puncak Gunung Singa. Saking mudahnya jalur pendakian, banyak anak kecil bersama orang tuanya yang berhasil menuju puncak. Namun jangan lupa, tracking ini memiliki tanjakan yang curam.

2. Bentuk Unik Gunung Singa

Selain jalur tracking yang mudah, banyak wisatawan yang penasaran mengenai gunung yang ada di Soreang, Bandung ini. Pastinya ada alasan kenapa dinamakan Gunung Singa, mungkin anda penasaran. Sebagian mengatakan bahwa bentuk gunung ini mirip seperti singa yang sedang duduk. Ini dikarenakan ada sebagian gunung yang tidak ditumbuhi pepohonan.

Daya Tarik di Gunung Singa
Photo by Google Maps Ahmad Saepuloh

Tetapi jika diteliti lebih lanjut, cukup sulit menemukan bentuk singa jika dilihat dari keseluruhan bentuk gunung. Bentuk gunung ini mengerucut mirip piramida, namun bagian atasnya tidak runcing, melainkan sedikit tumpul. Adanya nama Singa yang digunakan tidak lain karena ada sebuah batu besar yang memang mirip dengan raja hutan tersebut.

Jadi apabila anda ingin melihat alasan dinamakan Gunung Singa, pastinya wajib mencapai puncaknya untuk melihat batu yang dimaksud. Batu ini permanen, ukurannya lumayan besar dan tidak mungkin dipindahkan. Uniknya, batu ini ditumbuhi rumput yang dianggap sebagai bulu singa, sedangkan bagian lain masih terlihat batu berwarna kehitaman.

3. Landscape Bandung dari Puncak

Jika membahas masalah mengenai gunung, tentu semuanya tidak lepas dari keindahan ketika berada di puncaknya. Demikian pula dengan Gunung Singa, indahnya landscape kota Bandung menjadi alasan dan daya tarik bagi wisatawan. Mereka rela menempuh jalan panjang dan terjal dengan waktu berjam-jam hanya untuk pesonanya.

Di atas puncak, terlihat cekungan kota Bandung seperti awan atau mangkuk raksasa. Di sekitar kota dengan udara sejuk dan menyegarkan ini dikelilingi bukit lain yang sebagian juga dianggap atau dinamakan gunung oleh warga sekitar. Jika dilihat lebih detail anda pun menganggap bahwa Bandung memiliki pertahanan kuat karena dikelilingi perbukitan.

Selain perbukitan, pesona yang tidak kalah menarik ketika berada di puncak Gunung Singa Soreang yaitu landscape persawahan. Samar-samar terlihat warna hijau yang dari kejauhan seolah lumut, padahal itu adalah sawah yang berpetak. Di pagi hari, pemandangan cukup indah dengan hadirnya kabut yang menyelimuti kota Bandung dan sekitarnya.

4. Area Camping Luas

Warga sekitar yang datang ke sini ada umumnya hanya melakukan aktivitas pendakian, kemudian akan kembali pulang setelah puas menikmati pesonanya. Berbeda dengan warga luar Bandung atau yang jauh dari jangkauan Gunung Singa, mereka datang ke sini dengan tujuan menginap dengan mendirikan tenda atau dikenal dengan istilah camping.

Area camping yang luas menjadi alasan mutlak bagi mereka yang datang. Tidak hanya satu lokasi, namun mereka bebas memilih lokasi sesuai keinginan dan untuk mendapatkan landscape yang sempurna. Di malam hari, pemandangan indah dari warna hijau berganti dengan lampu redup kota Bandung yang samar-samar terlihat.

Alamat dan Cara Menuju Lokasi

Lokasi Gunung Singa
Photo by Google Maps Ryan Suryadi

Sebelum berkunjung ke Gunung Singa, pastikan bahwa anda memiliki fisik dan mental yang siap. Ini dikarenakan bukan hanya pendakian yang lama, namun juga menuju lokasi parkir. Dari pusat Bandung atau Gedung Sate, jarak yang harus ditempuh sekitar 25 kilometer. Setidaknya butuh waktu 45 menit atau 1 jam untuk menempuh jarak tersebut.

Untuk alamatnya, silahkan menuju ke Buninagara, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Patokan utama yang dapat digunakan yaitu Alun-alun Soreang. Sebelumnya dari pusat Bandung, silahkan menuju ke Jalan Pungkur, kemudian menuju ke Jalan Terusan Pasirkoja.

Apabila menggunakan roda empat, sebaiknya menggunakan akses jalan tol karena lebih cepat. Setelah keluar dari jalan tol, lanjutkan perjalanan menuju ke Jalan Al-fathu. Tidak jauh dari titik ini, anda akan tiba di Alun-alun Soreang, terus ke kawasan Cilame dan Caringin. Di sepanjang jalan ini ada papan petunjuk, atau anda dapat menanyakan pada warga sekitar.

Harga Tiket Masuk Gunung Singa

Photo by Facebook Titi Bachtiar Geo

Meskipun mengunjungi Gunung Singa membutuhkan banyak waktu dan tenaga, namun untuk masalah biaya sangat minim. Tidak ada tiket masuk yang diberlakukan di sini, artinya anda bebas masuk gratis. Biaya hanya dari parkir kendaraan, tidak terlalu mahal juga, karena hanya 2.000 rupiah per unik sepeda motor dan 5.000 untuk mobil.

Mengunjungi objek wisata alam lebih banyak mengeluarkan biaya akomodasi daripada untuk masuk ke lokasi. Apalagi untuk prosesnya yang mendaki, pasti ada banyak kebutuhan yang harus dibawa. Gunung eksotis di Bandung ini dibuka setiap hari, silahkan berkunjung selama 24 jam dan menginap di puncaknya.

Ragam Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik Di Gunung Singa
Photo by Google Maps Baddas Chanel

Gunung Singa tidak lain adalah objek wisata alam yang terbuka dengan pesona indahnya. Aktivitas yang dapat dilakukan di sini tidak jauh yang berkaitan dengan alam. Ada banyak sekali yang dapat dilakukan, pastinya yang pertama adalah tracking menuju puncak.

1. Mendaki Gunung Singa

Diantara sebagian pendaki yang mencoba mencapai puncaknya, ada beberapa anak kecil yang turut dengan rombongannya. Ini menandakan bahwa aktivitas mendaki puncak Gunung Singa bukanlah sesuatu yang sulit. Namun tetap perhatikan jalan, apalagi ketika musim hujan yang sering becek dan menyebabkan terpeleset.

2. Menikmati Pesona Alam di Puncak

Setelah mencapai puncak, satu aktivitas yang wajib dilakukan yaitu menikmati pemandangan alamnya. Di pagi hari, pemandangan kota Bandung diselimuti kabut putih membuatnya semakin indah. Sedangkan di malam hari tidak kalah menariknya, banyak lampu kota yang menjadi penghibur di suasana sepi dan sunyi.

3. Piknik Santai di Alam Terbuka

Selain menikmati pemandangan yang begitu mempesona, aktivitas di Gunung Singa berikutnya yaitu piknik santai. Aktivitas ini banyak dilakukan warga setempat, terutama di hari libur pagi yang dimulai dengan proses pendakian. Selama di puncak, mereka menggelar tikar sederhana sambil merasakan sejuknya udara di sekitar pegunungan.

4. Camping Mendirikan Tenda

Ada perbedaan mencolok antara camping dengan piknik. Jika piknik dilakukan tidak lama dan harus kembali beranjak pulang, untuk camping ini mendirikan tenda dan bermalam. Kebanyakan wisatawan yang melakukan aktivitas ini didominasi oleh pemuda. Setelah menuju puncak, mereka pun mencari lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda.

Fasilitas Penunjang di Gunung Singa

Fasilitas di Gunung Singa
Photo by Google Maps Anggie Irfhan Refhiansyah

Gunung Singa masih dikelola secara swadaya oleh warga sekitar, jadi dalam hal fasilitasnya sangat minim. Di puncak gunung hanya ditemukan toilet semi permanen yang dibangun dari seng sebagai penghalang nya. Untuk fasilitas lain tidak ditemukan di puncaknya, namun ada di bawah yang bersamaan dengan area parkir.

Itulah beberapa poin penting yang harus anda ketahui sebelum mengunjungi atau memulai proses pendakian di Gunung Singa. Oleh karena minimnya fasilitas, pastikan anda membawa persiapan yang cukup. Bawa perlengkapan obat-obatan ringan, seperti minyak kayu putih dan balsem sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.