Alun-Alun Surya Kencana, Menikati Pesona Alam Berbalut Legenda di Sukabumi

Alun-Alun Surya Kencana, Menikati Pesona Alam Berbalut Legenda di Sukabumi
Harga Tiket: Rp 29.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Gunung Jati 1, Gede Pangrango, Kec. Kadudampit, Kab. Sukabumi, Jawa Barat

Alun-alun Surya Kencana bukanlah tanah lapang yang bisanya ada di tengah perkotaan. Alun-alun kali ini berbeda, karena posisinya berada di atas ketinggian. Bisa dikatakan bahwa objek wisata alam ini termasuk salah satu pos pendakian yang justru menjadi tujuan utama pendaki. Bagaimana tidak, keindahan alam terbentang memanjakan mata mereka.

Pos pendakian ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Memiliki luas 50 hektar, ada banyak pemandangan indah yang ada di sini. Layaknya padang savanna, alun-alun ini memiliki sumber mata air jernih yang berada di tengahnya. Salah satu alasan tepat kenapa pendaki sering berhenti dan mendirikan tenda di tempat ini.

Gunung Gede sendiri memiliki ketinggian sekitar 2.958 Mdpl. Sedangkan Alun-alun Surya Kencana berada tepat di bawah kawahnya dengan ketinggian 2.750 Mdpl. Dengan ketinggian ini, cuaca dipastikan dingin, bahkan ada kalanya embun pagi berubah menjadi butiran kristal yang cantik. Pendakian pun sangat jauh, waktu yang dibutuhkan setidaknya 8 jam.

Daya Tarik Wisata Alun-alun Surya Kencana

Daya Tarik Alun-alun Surya Kencana
Photo by Facebook Green Earth Community

Berat, lelah, lapar, dan dahaga, itulah yang akan dirasakan ketika melakukan pendakian. Faktanya, semua itu tidak mengurungkan niat wisatawan yang ingin mendaki. Alasannya sangat jelas, karena Alun-alun Surya Kencana memiliki berbagai daya tarik yang tidak ditemukan di tempat lain.

1. Pesona Taman Edelweiss

Daya tarik yang menjadi tujuan utama wisatawan rela menempuh perjalanan panjang yaitu adanya taman bunga edelweiss. Bunga cantik ini termasuk salah satu endemik yang ada di Indonesia dan juga langka. Tidak semua pegunungan memiliki bunga yang cantik dan bermekaran di saat tertentu.

Bunga ini hanya ada di ketinggian lebih dari 2.000 Mdpl dengan suhu rata-rata dibawah 10 derajat celcius. Oleh sebab tidak dapat mekar sepanjang musim, sebaiknya anda datang di bulan September sampai Desember jika tujuan ke Alun-alun Surya Kencana untuk menyaksikan kecantikannya.

Tetapi jika hanya digunakan sebagai spot tambahan, silahkan datang kapan saja. Bunga edelweiss berada di tengah savanna luas yang dikelilingi padang rumput nan hijau. Keindahannya semakin jelas tatkala bermekaran dengan warna putih keunguan nya. Wisatawan yang datang ke sini tidak lupa menyempatkan diri mengabadikan momen.

2. Pemandangan Alam Sempurna Diatas Ketinggian

Selain taman bunga edelweiss yang nyaris sempurna, daya tarik Alun-alun Surya Kencana tidak lepas dari pemandangan alam yang mempesona. Letak savanna luas ini berada di tengah dua gunung sekaligus, yakni Gunung Gede di sebelah Barat dan Gunung Gemuruh di sebelah Timur. Perbukitan menjadi pemandangan pertama yang layak disaksikan.

Di pagi hari, rumput hijau tampak begitu indah dan menyejukkan mata. Bukit yang menjadi penghalang terletak tidak jauh, pun sangat jelas terlihat hijaunya. Sejauh mata memandang, bentangan alam yang dihiasi dengan sungai dan taman bunga tidak pernah mengecewakan. Belum lagi di malam hari, dimana Milky Way selalu menghias angkasa pada saat cerah.

Daya Tarik di Alun-alun Surya Kencana
Photo by Google Maps Andri Wonkso

3. Kisah Mistis dan Legenda Cianjur

Dibalik pesona alamnya yang tak pernah gagal memanjakan mata, Alun-alun Surya Kencana memiliki legenda yang sampai saat ini dipercaya warga setempat. Dikatakan bahwa tempat diatas ketinggian ini termasuk salah satu petilasan Raden Suryakencana. Beliau merupakan keturunan dari pendiri Cianjur yang memiliki istri Jin dari kalangan Islam.

Menurut legenda, di alun-alun inilah Sang pangeran mendirikan sebuah kerajaan yang tak kasat mata. Tidak heran jika warga setempat menjadikannya sebagai salah satu tempat yang sakral. Ini ditandai dengan banyaknya benda yang dikeramatkan, salah satunya adalah batu berukuran besar yang terletak di salah satu sudut alun-alun.

Tidak sedikit pendaki yang mengalami hal ganjil selam di Alun-alun Surya Kencana. Salah satu cerita yang paling banyak beredar adalah adanya suara pasukan kuda yang sedang melintas. Padahal di sekitar lokasi tidak ada satu pun hewan tunggangan tersebut. Warga percaya bahwa suara langkah kuda itu merupakan Pangeran Suryakencana yang diringi pasukannya.

Hingga saat ini, warga Cianjur masih melestarikan salah satu budaya yang dikenal Kuda Kosong. Kesenian ini merupakan jenis tarian dengan kuda yang diarak sesuai rute yang ditentukan. Sesuai namanya, kuda tersebut tidak ada yang menunggangi alias kosong. Warga berharap bahwa yang menunggangi kuda nantinya adalah Raden Suryakencana.

4. Sebagai Wisata Religi

Selain dijadikan tujuan wisata favorit bagi pendaki, Alun-alun Surya Kencana juga sering didatangi warga setempat dan santri. Tujuannya tidak lain untuk berziarah di beberapa petilasan yang diyakini pernah dijadikan sebagai pertapaan Pangeran Suryakencana. Bahkan pada hari tertentu akan semakin ramai peziarah yang datang dengan niat masing-masing.

Oleh karena alun-alun ini termasuk bagian yang sakral, ada pantangan yang wajib diketahui semua pendaki. Bagi yang berada di sini tidak boleh takabur atau sombong, apapun bentuknya. Selain itu, untuk menjaga kelestarian alam, dilarang membawa benda yang mengandung zat kimia, seperti sabun, odol, minyak wangi, dan lainnya.

Alamat dan Rute Perjalanan Menuju Lokasi

Lokasi Wisata Alun-alun Surya Kencana
Photo by Google Maps Bukhari

Secara administratif, Alun-alun Surya Kencana terletak di dua wilayah sekaligus, yakni Sukabumi dan Cianjur. Namun untuk pos pendakian saat ini hanya dapat dilakukan di wilayah Cianjur, tepatnya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jadi jika anda datang dari luar kota, pastikan menuju ke kawasan tersebut dan menemukan basecamp pendakian.

Alamat yang harus dituju yakni Jalan Gunung Jati 1, Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Jawa barat. Silahkan gunakan rute dari Google Maps jika anda tidak menguasai jalanan di sekitar lokasi. Setelahnya, perjalanan harus dilakukan dengan berjalan kaki dengan jalur yang mendaki.

Ada tiga pilihan pendakian di tempat ini, yaitu melalui Cibodas, Gunung Putri, dan jalur Selabintana. Dari ketiganya, yang paling direkomendasikan adalah melewati Gunung putri. Ini dikarenakan jalurnya tidak begitu ekstrem dan cocok bagi pemula. Sedangkan Selabinatana sebaliknya, jalurnya ekstrem dan cukup berbahaya.

Harga Tiket Masuk Alun-Alun Surya Kencana

Tiket Masuk di Alun-Alun Surya Kencana
Photo by Google Maps Raynardthan Pontoh

Semua wisatawan yang ingin mendaki wajib mengurus SIMAKSI terlebih dahulu. Pengurusan inilah yang nantinya digunakan sebagai tiket masuk Alun-alun Surya Kencana. Bagi wisatawan lokal, sediakan biaya administrasi 29.000 rupiah di hari biasa, sedangkan di hari libur sedikit naik menjadi 34.000 rupiah.

Berbeda untuk wisatawan asing yang jauh lebih mahal. Satu orang dikenakan biaya administrasi sebesar 320.000 di hari biasa, dan 470.000 di hari libur. Bagi pelajar yang dapat membuktikan dengan identitasnya, biaya yang dibutuhkan hanya 17.500 saat weekday dan 20.500 pada saat weekend.

Tambahan biaya dibutuhkan untuk cek kesehatan sebesar 25.000 per orang. Tidak terlalu mahal tentunya, apalagi biaya terebut sudah termasuk asuransi karena objek wisata alam di pegunungan ini resmi dikelola pemerintah daerah setempat. Namun ingat, SIMAKSI hanya berlaku untuk 2 hari 1 malam, silahkan konfirmasi kepada petugas jika ingin lebih lama.

Ragam Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik di Alun-Alun Surya Kencana
Photo by Google Maps Andri Wonkso

Alun-alun Surya Kencana adalah objek wisata alam dan sekaligus pusat pendakian. Artinya, akan ada aktivitas yang seru selama di lokasi. Selain pendakian yang menantang, berikut aktivitas yang berhasil kami rangkum menurut berbagai sumber dari pendaki yang pernah berkunjung!

1. Berkemah di Tengah Sabana

Pendaki yang berasal dari luar daerah pastinya tidak ingin berwisata religi. Mereka lebih memilih mendirikan tenda dan bermalam di tengah sabana yang indah dan menawan. Luasnya yang sekitar 50 hektar pastinya tidak sulit menemukan lokasi yang cocok. Aktivitas ini selalu menarik dilakukan karena menyatu dengan alam, khususnya bagi pecinta alam.

2. Menikmati Panorama Alam

Terlepas dari aktivitas utama yang berkemah dengan mendirikan tenda, Alun-alun Surya Kencana memiliki panorama alam yang begitu menakjubkan. Di cerah hari, pemandangan gagahnya gunung yang dikelilingi perbukitan tampak sangat jelas. Memang jaraknya tidak terlalu jauh sehingga dengan mata telanjang pun sudah terlihat pesonanya.

Memang ketika hari gelap pemandangan indah tersebut tidak lagi terlihat. Namun tidak perlu khawatir, karena pemandangan alam di malam hari tidak begitu mengecewakan. Salah satu yang menjadi incaran wisatawan adalah fenomena Milky Way yang dikelilingi gugusan bintang di langit penuh pesona.

3. Foto Latar Pemandangan

Pesona alam Alun-alun Surya Kencana tidak secara otomatis mampu menghilangkan penat dan lelah selama perjalanan. Tetapi jangan pernah terlena dengan keindahannya sehingga anda lupa mengabadikan nya. Pastikan anda membawa kamera terbaik untuk menghasilkan foto yang lebih cantik berlatar panorama alam menakjubkan.

Fasilitas Penunjang di Alun-Alun Surya Kencana

Photo by Google Maps Zure

Apabila anda pernah mendaki, pastinya sadar bahwa hampir tidak ada fasilitas apapun selama di puncak. Hal ini juga akan dialami jika anda berada di Alun-alun Surya Kencana. Tidak ada satu pun fasilitas yang tersedia, kecuali adanya sarana air bersih berupa telaga yang cantik. Gunakan air bersih tersebut untuk masak, mandi, dan hal lain yang dibutuhkan.

Indonesia memiliki pesona alam yang luar biasa, termasuk salah satu anugerah Tuhan yang wajib disyukuri. Tidak hanya menikmati keindahannya, selayaknya kita harus menjaga dan melestarikannya. Khususnya di Taman Edelweiss apabila anda berada di Alun-alun Surya Kencana, jangan pernah memetik atau bahkan merusaknya.